Daftar Istilah

A

  • Actinomycetes : Organisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan zat serupa yang diproduksi bakteri fotosintesis dan merubahnya menjadi antibiotik untuk mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan khitin yaitu zat esential untuk pertumbuhannya. Actinomycetes juga dapat menciptakan kondisi yang baik bagi perkembangan mikroorganisme lain.
  • Aerob: Kondisi tersedia oksigen.
  • Anaerob: Kondisi tanpa oksigen.
  • Asam amino : Diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan).
  • Asam humik / asam humat dan asam fulvat : Zat aktif dalam humus yang berperan terhadap kesuburan tanah.
  • Asam organik : Asam organik merupakan komponen khusus yang dibentuk tanaman untuk melakukan tugas tertentu. Terdapat ratusan jenis asam organik dalam tanaman dengan fungsi yang berlainan, mulai dari penyerapan nutrisi, pengendalian hama/penyakit, hingga menciptakan aroma tertentu dari buah yang dihasilkan. Memberikan tambahan asam organik tetentu kadang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya: Asam sitrat untuk meningkatkan efisiensi pupuk NPK.
  • Auxin : Lihat ZPT
  • Anti Oksidan : Molekul yang mampu menghambat oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang mentransfer elektron dari suatu zat ke agen oksidator. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas. Pada gilirannya, ini radikal dapat memulai reaksi berantai. Ketika reaksi berantai terjadi dalam sel, dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel.

B

  • Bahan organik: Mencakup semua bahan yang berasal dari jaringan tanaman dan hewan, baik yang hidup maupun yang telah mati, pada berbagai tahapan dekomposisi/perombakan.
  • Bakteri : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
  • Bibit : Semua bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan/ perkembangbiakan
  • Bioaktivator: Mengandung mikroba perombak yang dipakai dalam proses pengomposan.
  • Bioteknologi : Teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia.

D

  • Demplot: Demontrasi plot / petak percontohan
  • Dosis : Takaran pupuk atau pestisida yang diberikan seluruhnya per satuan luas lahan

E

  • Enzim: Protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
  • E Coli : Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah.

F

  • Fungi: Salah satu organisme yang mencerna makanan secara eksternal (di luar sel) dengan mengeluarkan enzim-enzim, cara makannya dengan mengabsorbsi nutrisi. Hidup sebagai saprob (hidup dari bahan organik mati) atau parasit.
  • Fermentasi : Proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Pembuatan tempe dan tape adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan, obat-obatan dan pupuk organik cair.
  • Fiksasi : Pengawetan (fiksasi) adalah stabilisasi unsur penting pada jaringan sehingga unsur tersebut tidak terlarut, berpindah, atau terdistorsi selama prosedur selanjutnya.

G

  • Gapoktan : Lihat Poktan
  • Giberilin : Lihat ZPT

H

  • Hara : Unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Teridir dari unsur hara makro dan mikro.
  • Hortikultura : Berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun sayuran, tanaman hias dll.
  • Humus: Material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah.
  • Hormon : Lihat ZPT

I

  • Intensifikasi Pertanian : Usaha peningkatan cara bertani dari yang tradisional ke cara yang lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil yang diperoleh.
  • Insektisida : Lihat Pestisida

K

  • Poktan / kelompok tani : Kumpulan petani yang dibentuk atas dasar kesamaan dan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya, keakraban dan keserasian) yang dipimpin oleh seorang ketua. Gabungan dari beberapa kelompok tani menjadi Gapoktan.
  • Kompos: Bahan organik yang telah mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah, selain itu di dalam kompos terkandung hara-hara mineral yang berfungsi sebagai penyedia makanan bagi tanaman.
  • Kontaminasi : Pengotoran; pencemaran karena kemasukan unsur luar.
  • Kontrol biologis : Pemberantasan makhluk hidup yang merugikan dengan menggunakan musuh-musuh alaminya.

L

  • Laktobasilus : Bakteri yang memproduksi asam laktat sebagai hasil penguaraian gula dan karbohidrat lain yang bekerjasama dengan bakteri fotosintesis dan ragi. Asam laktat ini merupakan bahan sterilisasi yang kuat yang dapat menekan mikroorganisme berbahaya dan dapat menguraikan bahan organik dengan cepat.

M

  • Mikroba / mikroorganisme : Organisme yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa, bakteri, jamur, dan virus adalah contoh dari mikroorganisme. Disebut juga mikroba.
  • Mikroorganisme Fotosintetik : Merupakan bakteri bebas yang dapat mensintesis senyawa nitrogen, gula, dan substansi bioaktif lainnya. Hasil metabolir yang diproduksi dapat diserap secara langsung oleh tanaman dan tersedia sebagai substrat untuk perkembangbiakan mikroorganisme yang menguntungkan.
  • Mikroorganisme selulotik : Merupakan mikroba yang menghasikan enzim selulosa yang akan mempercepat berlangsungnya proses pembusukan bahan organik.

O

  • Organisme : Individu makhluk hidup, apakah seekor hewan, tumbuhan atau mikroorganisme.

P

  • Patogen : Material maupun organisme penyebab penyakit.
  • Pertanian organik: Suatu sistem pertanian yang mendorong kesehatan tanah dan tanaman melalui praktek seperti pendaurulangan hara dari bahan-bahan organik (seperti kompos dan sampah tanaman), rotasi tanaman, pengolahan tanah yang tepat dan menghindari penggunaan pupuk dan pestisida sintetis.
  • Pestisida : Bahan pembasmi hama yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa: insektisida (serangga), fungisida (fungi/jamur), rodensida (hewan pengerat/Rodentia), herbisida (gulma), akarisida (tungau), bakterisida (bakteri), larvasida (larva)
  • Populasi : Kumpulan individu sejenis di suatu daerah tertentu.
  • Pupuk kandang : Merupakan semua produk buangan dari binatang peliharaan yang dapat digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah.
  • Pupuk organik: Merupakan nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman.

R

  • Residu : Sisa materi yang terdapat dalam suatu bahan.
  • Ragi (yeast) : Ragi memproduksi substansi yang berguna bagi tanaman dengan cara fermentasi. Substansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi berguna untuk pertumbuhan sel dan pembelahan akar. Ragi ini juga berperan dalam perkembangan atau pembelahan mikroorganisme menguntungkan lain seperti Actinomycetes dan bakteri asam laktat.
  • RNA, ribonucleic acid / asam ribonuklear : RNA adalah salah satu bentuk asam nukleat yang juga berperan sebagai materi genetik.

S

  • Sintetis : Bahan yang dihasilkan melalui proses buatan manusia.
  • Salmonella : Bakteri Salmonella adalah bakteri patogen yang dapat menimbulkan penyakit demam tifus dan gastroenteritis pada manusia. Oleh sebab itu bakteri Salmonella tidak boleh ada dalam bahan pangan.
  • Stomata : Lubang kecil atau pori-pori yang hadir di bagian udara dari tanaman seperti pada daun, batang, bunga. Tapi daun merupakan bagian utama dari stomata.
  • Streptomycetes : Bakteri penghasil enzim streptomisin yang bersifat racun terhadap hama dan penyakit yang merugikan.

T

  • Toksik : Bersifat meracuni.

V

  • Varietas : Bagian dari suatu jenis yang ditandai dengan bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan alam jenis yang sama.

Z

  • ZPT, Zat Pengatur Tumbuh (Hormon Tanaman) : Kelompok molekul yang mempengaruhi proses fisiologi tanaman (pertumbuhan, perkembangan, diferensiasi) dalam konsentrasi rendah. Secara garis besar ZPT terdiri dari Auxin yang mempengaruhi perkembangan akar dan batang, Sitokinin untuk perkembangan daun, Giberillin untuk perkembangan buah, dan Ethylene untuk pemasakan buah.